Filosofi Bahan Dasar Jam Tangan Kayu

Gaes, tau nggak filosofi pohon bambu?

Proses kehidupan pohon bambu mengandung arti filosofis buat manusia, yakni betapa fondasi yang kuat sangat diperlukan. Meskipun berlatar tanaman rumput, bambu menjadi beda lantaran karakternya. Widih, udah kayak kalian-kalian kan gaes hehehe.

Dalam kehidupan latar belakang, kita sebenarnya bukanlah penentu, melainkan bagaimana kita berupaya mengekspresikan potensi diri, tidak peduli latar belakang kita, sederhana, tapi anyaman bambu menjadi sangat indah. Kamu juga ingin kan memiliki anyaman bambu yang indah dalam kehidupan kamu? Pasti dong. Dan jangan khawatir, masih ada banyak hal yang akan kamu temukan dalam ulasan filosofi bambu ini.

Kesederhanaan. Itulah yang akhirnya membuat kita menjadi pribadi luar biasa. Pohon bambu juga mengajari kita soal fleksibilitas. Bisa ditempatkan di berbagai tempat. Kita harus bisa menempatkan diri pada berbagai situasi. Seberapa buruk kondisi kita harus tetap kokoh menjulang. Kita jarang menyaksikan bambu roboh. Di tengah tumbangnya pohon-pohon lain akibat serangan angin puting beliung, bambu tetap tegar berdiri. Selain karena akar yang kuat, batangnya juga mampu bergoyang bersama angin, dalam cuaca buruk dan angin kencang, pohon bambu bisa bergoyang dan mengeluarkan desis suara mengikuti irama angin. Hmmm tangguh banget kan pohon yang satu ini. Kamu akan semakin semangat deh pasti. Pembelajaran ini nggak berhenti di sini. Mari kita lanjut lagi….

Sementara pohon-pohon lain yang memiliki batang lebih besar, justru tidak kuat menghadapi ganasnya angin. Inilah yang disebut fleksibilitas. Bambu yang lebih muda, nantinya akan sama tingginya dengan bambu yang lebih tua, itulah dasar kita menuntut ilmu yang tak mengenal lelah. Tak juga pandang usia. Ilmu akan tubuh menyertai kita. Ilmu juga tak pandang bulu. Kita tidak perlu terlalu fokus pada keterbatasan. Entah kita ini kuat atau lemah, pelajaran hidup yang mesti kita pegang adalah, ada banyak hal yang bisa kita ambil pelajaran, baik dari kesedihan maupun dari kebahagiaan sekalipun.

Bambu yang sederhana, mempunyai makna, kuat, tegar, kokoh, tangguh, lentur, ulet, dapat menjadi salah satu folosofi dasar hidup agar kita tegak dalam menghadapi badai dan persoalan hidup.

Gimana gaes? Luar biasa kan bahan dasar pembuat jam tangan kayu yang satu ini?

Coba kita lihat filosofi bahan lain dari jam tangan kayu, yaitu pohon pinus.

Batang kayu yang berdiri tegak lurus menjulan tinggi dengan sangat jarang kta temukan yang bengkok dan bercabang. Layaknya seseorang yang memiliki pendirian yang kuat, tujuan, pandangan hidup yang lurus, tidak mudah berpuas diri akan apa yang telah ia capai. Namun ia tetap terus menggapai cita-cita setinggi-tingginya. Dia tetap kokoh pada pendiriannya, tanpa terhambat lika-liku dan tanpa terhiraukan dengan banyaknya tawaran hidup.

Hidup yang ia jalani tak berbeda, tetap semangat disepanjang usianya. Selama masih dalam keadaan hidup, tidak mengenal musim dan tanpa terikat waktu (umur) muda ataupun tua daun pinus tetaplah hijau (evergreen). Sama halnya dengan kita. Kita tidak perlu berputus asa dan berhanti pada keterbatasan kita. Apakah tua atau muda, akan selalu ada hal baik ada buruk yang menimpa. Urusan kita adalah bagaimana kita bisa belajar dari keduanya? Apakah kita hanya akan menerima hal baik saja? Bagaimana cara kita mengambil hikmah dari segala sesuatu yang buru yang menimpa kita? Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan. Proses belajar adalah kuncinya. Kita harus bisa mengambil pelajaran dari apa yang telah kita alami atau bahkan yang orang lain alami.

Pohon pinus juga dijadikan lambang kekuatan cinta di Korea. Mereka mengartikan bahwa itu adalah simbol cinta yang lurus dan tidak bercaban-cabang dan daun pohon pinus itu diibaratkan cinta yang tiadk pernah berakhir.

Waiitt.. masih ada lagi satu filosofi yang kamu bisa ambil pelajaran! Nah ini pohon yang sering digunakan untuk bahan kerajinan, termasuk jam tangan kayu. Pohon yang dimaksud adalah pohon maple.

Musim gugur atau dalam bahasa inggris disebut Autumn adalah salah satu musim yang terjadi di negara subtropis. Musim gugur identik dengan daun maple yang berguguran di sepanjang jalan atau area dimana pohon maple itu tumbuh. Pohon maple atau dalam bahasa latin disebut Acer pseudoplatanus memiliki daya adaptasi yang sangat tinggi terhadap perubahan musim yang ditandai dengan perubahan warna daun.

Terdapat filosofi yang sangat indah tentang daun maple ini yaitu melambangkan keharmonisan dan kesetiaan. Keharmonisan ditandai dengan transformasi warna daun maple itu sendiri seiring dengan perubahan musim, dari musim semi sampai musim gugur, warna daun maple berubah dari hijau sampai merah atau kuning. Keharmonisan itu terjadi antara alam dan pohon maple. Kesetiaan ditandai dengan bergugurannya daun maple dari ranting pohon hanya pada waktunya saja yaitu musim gugur.

 

Heiii jangan kabur dulu.. kadang bahan jam tangan kayu juga didapatkan dari pohon jati lho! Yuk ceki-ceki filosofinya di sini!

 

Mungkin sebagian orang belum tau mengenai kayu jati itu sendiri. Kayu jati awal mula tumbuh dengan biji. Makin bagus biji, makin bagus juga kayu jati yang akan di hasilkan. Begitu juga dalam kehidupan, kita harus mempunyai dasar yang kuat untuk tahu memposisikan diri kita sebagaimana mestinya.  Jati bisa tumbuh pada tanah yang tandus atau pada daerah yang curah hujan nya sangat rendah, jika di tempat yang curah hujan nya tinggi kayu jati kurang berkembang dengan baik sehingga menghasilkan kualitas yang kurang baik juga.maksud nya disisni ialah, kita harus mampu bertahan hidup dalam situasi yang serba sulit dan serba kekurangan sumber daya yang di anggap orang lain sulit untuk bertahan, hal tersebut bertujuan untuk memperlihatkan kualitas kita. Bukan hanya itu, sebenarnya banyak manfaat dari pohon jati itu sendiri. Mulai dari kayu, ranting untuk kayubakar, daunnya untuk bungkus, bahkan ulat kayu jati bisa dimakan bahkan memiliki kadar protein yang sangat tinggi. Artinya disini ialah, seluruh potensi yang ada didiri kita harus bermanfaat bagi semua orang.

 

Filosofi Kayu

 

Kayu itu sebelum jadi kayu dia adalah sebatang pohon. Pohon yang bisa merindangi, meneduhkan, memberi udara segar. Kayu itu sesudah ia menjadi kayu ia bisa diubah menjadi rupa-rupa hal layaknya meja, bangku, laci, cinderamata, ataupun hanya sebagai penyangga rangka bangunan. Kayu, jikalau ia tidak pun diubah menjadi sesuatu yang dapat dinilai dan bahkan dibuang begitu saja, ia dapat menenggelamkan dirinya dengan bumi, menyatukan diri dan akhirnya mencoba kembali tumbuh menjadi pohon. Kayu, walaupun ia dibakar dan berubah menjadi arang ia bisa menghidupkan sesamanya yang serupa dengannya kayu, walaupun telah dibakar menjadi arang dan berakhir sebagai abu, ia masih bisa menyuburkan bumi dan menumbuhkan dedaunan yang baru.

Walaupun terkadang rentan, terkadang rapuh, terkadang tidak dilihat orang bahkan diinjak orang, kayu tetap kayu, ia tidak berusaha untuk berubah, ia hanya menjalani dirinya apa adanya, hanya perlu tetap memainkan perannya yang dapat berguna bagi sekitarnya.

 

Setiap Lekukkan Makna Kehidupan pada Kayu

Pernah kamu menikmati senja di sebuah pantai? Jika pernah beruntunglah kamu. Kamu dapat mengamati pergantian waktu. Sebuah momen yang memberitahu pada kamu, bahwa medium kehidupan adalah waktu. Mungkin kamu menjadi tenang terpaku tetkala langit perlahan-lahan menuju jingga. Perpaduan merah menyala, jingga pucat, dan biru nan kian memudar.  Mungkin jiwa kamu pergi ke dimensi lain ditemani dengan teraturnya irama ombak. Diam-diam riak air menyapa telapak kaki kamu. Menyadarkan kamu untuk kembali pada dimensi yang sebenarnya. Ataukah mungkin kamu mencoba bertanya kepada sekawanan burung, hendak kemanakah ia tuju?. Hmm,, mengapa mereka tak takut terbakar oleh panasnya matahari yang kian jingga? Mungkin kamu merasakan sensasi kebebasan bersama angin yang berhembus menghempaskan badan kamu yang begitu lemah. Terus mencoba tegar menantang hembusan angin adalah pilihan kamu. Itulah salah satu momen. Manusia dapat termenung dalam hanyutan momen tersebut. Pada ketenangan yang damai manusia mencoba memahami hidupnya, merangkai menjadi filosofi. Pada ketenangan, emosi mencoba menerjemahkannya menjadi keindahan. Supaya hidup yang dijalanui menjadi terkenang.

Saya meyakini bahwa seni tidak lain adalah upaya manusia untuk mengekspresikan filosofi kehidupan secara bebas dan tegas menjadi sebuah bentuk keindahan. Saya meyakini ketika sebuah karya seni diapresiasi oleh manusia lainnya, maka timbul upaya-upaya manusia lain itu untuk mencoba menggali filosofi kehidupan yang coba diterjemahkan oleh manusia yang membuatnya. Dengan begitu, tidak bisa tidak, jadilah seni sebuah nomina yang berusaha mengalirkan filosofi kehidupan dari manusia yang lebih dahulu kepada manusia-manusia yang hidup dikemudian. Tapi, jugalah tidak bisa tidak, manusia-manusia yang hidup kemudian punya hak untuk menerima secara utuh filosofi kehidupan itu, atau menerima sebagian dan memperbaharui sebagian, atau bahkan benar-benar menghapuskan semua dan membuat lagi dari nol filosofi kehidupan yang baru. Pada akhirnya terbenamlah pada kesepahaman, seni sebagai alat pengalir filosofi yang indah. Kamui kan saja dikamuikan seni bukanlah keindahan, manakah mungkin manusia dikemudian mau memperhatikan filosofi.

Selanjutnya seni begitu beragam. Seni terus berkembang, menjadi dahan, menjadi cabang, menjadi ranting, menjadi daun. Kini kita bicara salah satu daunnya, jam tangan kayu. Manusia biasa membuat karya dengan segala alat yang mampu menggoreskan makna-makna pada kayu. Goresan satu ke goresan berikutnya berupaya menampilkan bentuk yang dapat menerjemahkan filosofi yang ingin disampaikan. Maka kian pengrajin detail pada penggarapan seni goresan pada kayu yang digunakan untuk jam tangan kayu, maka nilai estetika jam tangan kayu pun meningkat. Jika kamu ingin melihat hasil dari olahan kayu yang memiliki filosofi hidup yang tinggi maka kamu bisa langsung klik jawarastore.com atau woodenway.net. Kamu juga bisa melengkapi penampilan kece kamu dengan aksesori lain, misalnya kacamata fashion. Agar kamu tetap sylish dari atas sampai bawah. Cek koleksi kacamata fashion yang lengkap dan sesuai dengan selera kamu hanya di motomoe.jawarastore.com.

 jam tangan kayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *