Tips Hidup Sehat di Bulan Ramadhan

Umat Islam yang menjalani ibadah puasa 30 hari penuh di Bulan Ramadhan pastinya mengalami perubahan pola tidur dan makan yang signifikan dari hari biasa. Ramadhan usai, saatnya kembali menyesuaikan pola tidur dan makan tersebut. Namun, penyesuaian kembali pola tersebut harus dilakukan secara hati-hati. “Penting untuk memastikan kita melakukan transisi secara perlahan dari bulan puasa ke pola makan rutin biasa karena adanya perubahan proses metabolisme,” kata Ahli diet dari Klinik Aster, As Qusais, Dubai, Jasna Kizhakkeveetil. Jadi, apa sajakah langkah yang perlu dilakukan untuk menyesuaikan kembali pola makan dan tidur tersebut? 1. Makan seimbang Ahli diet klinis di RAK Hospital, Dubai, Ruba El-Hourani memahami bahwa kembali ke rutinitas makan normal adalah hal yang sulit. Hal terpenting yang perlu dilakukan adalah fokus pada pola makan sehat yang seimbang dan bernutrisi lengkap, yakni mengandung karbohidrat, lemak dan protein dalam jumlah yang cukup serta banyak mengkonsumsi sayuran, serat dan buah. Karbohidrat kerap disoroti dan dianggap menjadi penyebab obesitas serta penyakit kronis lainnya, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Namun, karbohidrat sebetulnya tak seburuk itu. Kita dianjurkan menghindari nasi putih, gula dan roti putih sebanyak mungkin. Namun, tetaplah mengkonsumsi karbohidrat sehat dalam bentuk sayur dan buah karena akan sangat bermanfaat bagi tubuh sebagai sumber energi dan serat.¬†

Almheiri menambahkan, salah satu poin penting dari Ramadhan adalah kita mampu memahami sinyal tubuh saat merasa lapar dan kenyang. Hindari makan terlalu banyak setelah pukul 7 malam karena tubuh tak terlalu banyak melakukan aktivitas. Konsumsilah lebih banyak makanan di waktu sarapan. Hal ini menurutnya penting dilakukan agar tubuh memiliki pola makan yang teratur. Sementara itu, Kizhakkeveetil menilai kita perlu menjauhi makanan yang digoreng, berlemak serta memerhatikan asupan kafein dan minumn bersoda. “Konsumsilah banyak sayur dan buah karena berfungsi memperlancar detoksifikasi tubuh dan cenderung menyediakan nutrisi penting. “Sayur dan buah adalah cara sehat membuat perut kenyang, sehingga kita terhindar dari mengkonsumsi maknan tidak sehat. Usahakan salad ada di setiap menu makanan kita,” ujarnya.

Banyak orang berhenti berolahraga di Bulan Ramadhan. Bagi mereka yang memang belum memiliki jadwal olahraga sejak sebelum Bulan Ramadhan, ia menganjurkan untuk memulainya. Hal itu menurutnya perlu dilakukan karena sekitar 90 persen pasiennya mengalami penambahan berat badan sekitar 4-5kg setelah bulan Ramadhan. Alasannya, karena banyak orang berpuasa lebih dari 13 jam dan duduk di meja dalam waktu lama untuk menyantap makanan. Seringkali, makanan yang tersaji adalah makanan berlemak dan berminyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.